Gejala Stroke Ini Kerap Diabaikan Penderitanya, Termsuk Sumbatan Sementara Aliran Darah ke Otak

- Pewarta

Selasa, 31 Januari 2023 - 04:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbatan Sementara Aliran Darah ke Otak menjadi Gejala Stroke. (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sumbatan Sementara Aliran Darah ke Otak menjadi Gejala Stroke. (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

HALLONESIA.COM – Sebanyak 795 ribu orang di Amerika Serikat (AS) mengalami stroke setiap tahun. Dari jumlah tersebut, Sekitar 87 persen adalah stroke iskemik yang terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Seperti dilansir dari laman Medical News Today, Sabtu 28 Januari 2023, transient ischemic attack (TIA) ketika gejala mirip stroke terjadi selama beberapa menit atau jam dan kemudian menghilang.

Sama seperti stroke, gejala biasanya muncul tiba-tiba.

Jumlah pasti kasus TIA di AS sulit ditentukan karena sifatnya yang sementara dan kurangnya pengawasan standar. Namun, perkiraan menunjukkan bahwa setidaknya 240 ribu orang mengalami TIA setiap tahun di AS.

Penelitian menunjukkan, 10 sampai 18 persen dari TIA mengakibatkan stroke dalam waktu 90 hari.

Sebuah studi menemukan 31 persen pasien yang mengalami stroke berulang dalam waktu 90 hari sejak TIA pertama tidak mencari pertolongan medis.

Untuk memantau risiko stroke dengan lebih baik, Asosiasi Jantung Amerika (AHA) baru-baru ini menerbitkan pernyataan, isinya mendesak mereka yang memiliki gejala TIA untuk mencari penilaian darurat.

“TIA adalah strok yang sebenarnya, tapi gejalanya hilang dalam waktu kurang dari satu jam, dan pasien kembali ke fungsi normal,” ujar seorang ahli jantung dan Chief Medical Officer University of Michigan Health-West, dr Ronald Grifka.

Ronald menambahkan, gejala itu biasanya sembuh dalam waktu singkat, sering kali sebelum pasien dapat masuk ke unit gawat darurat dan dievaluasi secara menyeluruh.

“Karena gejala strok sembuh begitu cepat, banyak pasien merasa dirinya aman, padahal ini salah, dan tidak mencari evaluasi medis,” ucapnya.

TIA adalah penyumbatan sementara aliran darah ke otak. Hampir setengah dari strok pada mereka yang mengikuti TIA terjadi dalam dua hari.

Untuk alasan itu, TIA sering digambarkan sebagai serangan peringatan.

Gejalanya meliputi penurunan muka di satu sisi, ketidakmampuan mengangkat kedua lengan dan menahannya di sana karena kelemahan atau mati rasa, bicara cadel, serta kelumpuhan total pada satu sisi tubuh.

Selain itu, ada pula gejala kehilangan penglihatan mendadak, penglihatan kabur, atau penglihatan ganda.

Gejala lainnya yaitu vertigo, kebingungan, serta bermasalah dengan keseimbangan dan koordinasi.

“Bahkan, gejala neurologis tunggal dan individu harus dievaluasi secara darurat jika baru dan tiba-tiba muncul,” ujar ahli saraf vaskular UTHealth Houston and Memorial Hermann, dr Amanda Jagoline-Cole.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Hallo Media Network, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

5 Perilaku Kecil ini Bisa Bikin Hidup Bahagia, Salah Satunya Prioritaskan Hubungan dengan Orang Lain
Stres Berkelanjutan Tingkatkan Resiko Gangguan Penglihatan, Begini Menurut Hasil Studi
7 Manfaat Nonton Film Horor, Salah Satunya Dapat Membantu Mengalihkan Perhatian dari Stres Sehari-hari
Cancer Berselisih Paham dan Aries Terus Berkembang, Inilah Ramalan Zodiak Hari Ini
Nomor 2 Bisa Turunkan Risiko Kanker, Ini 5 Manfaat Tomat yang Terkenal untuk Kesehatan Mata
Portal Berita Hallonesia.com dan Fokus Siber Media Network Mengucapkan Selamat Hari Valentine 2023
Bermanfaat Bagi Kesehatan ni 5 Cara untuk Mendapatkan Vitamin D, Nomor 1 Berjemur
Merokok Ternyata Bukan Hanya Tingkatkan Resiko Penurunan Daya Ingat, Ini Resiko Lainnya
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 11:42 WIB

Memiliki Senjata Api Tanpa Izin, Artis Ghatan Saleh Hilabi Akhirnya Jadi Tersangka Kasus Penembakan

Kamis, 29 Februari 2024 - 09:33 WIB

Pasangan Selebritis Penyanyi Syahrini dan Pengusaha Reino Barack Rayakan Ulang Tahun Pernikahannya

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:22 WIB

Pekan Ini, Polisi Lakukan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Tamara Tyasmara di Kolam Renang

Sabtu, 24 Februari 2024 - 09:16 WIB

Salah Satunya Siskaeee, Polisi Limpahkan Berkas Perkara 12 Tersangka Kasus Produksi Film Porno ke Kejati DKI

Sabtu, 24 Februari 2024 - 08:40 WIB

Kodisi Kesehatan Ammar Zoni Terkini Sejak Ditangkap karena Kasus Narkoba Diungkap Kuasa Hukumnya

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:03 WIB

Artis Cantik Alice Norin Periksa Kesehatan ke Singapura Usai Didiagnosis Mengidap Kanker Sarkoma

Kamis, 22 Februari 2024 - 14:08 WIB

Ibunda Tamara Tyasmara Minta Pelaku Pembunuhan Terhadap Cucunya Dihukum Seberat-beratnya

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:56 WIB

Polisi Sebut Korban Masih Jalani Perawatan, Kasus Bullying di Binus School Libatkan Anak Vincent Rompies

Berita Terbaru