HALLONESIA.COM – Joko Widodo (Jokowi) memastikan stok cadangan beras tetap aman dengan stabilitas harga beras tetap terkendali.
Meskipun musim panen mengalami kemunduran akibat fenomena El Nino.
“Kita bisa mengendalikan karena stok Bulog saat ini juga sangat baik akhir tahun kemarin masih di angka 1,4 juta ton”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dan ini akan masuk lagi untuk cadangan strategis agar betul-betul kita aman”.
“Karena memang panennya nanti akan mundur sedikit,” kata Presiden yang dikutip melalui siaran pers BPMI Setpres.
Baca artikel lainnya di sini : Meninggal Dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Mantan Menko Kemaritiman DR Rizal Ramli
Jokowi menyampaikan hal itu usai meninjau Pasar Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa 2 Januari 2024.
Baca Juga:
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026
Lebih dari 5.000 Merek Bahas Tren Global di Ajang Shenzhen Gift Fair 2026 yang Digelar RX Huabo
Presiden menuturkan bahwa harga beras di seluruh negara mengalami kenaikan akibat adanya perubahan iklim dan fenomena El Nino.
Namun, Presiden menyebut bahwa kenaikan harga beras di Indonesia tidak sedrastis negara lainnya.
Lihat juga konten video, di sini: Bupati Cianjur Herman Suherman Sampaikan Keprihatinan atas Terjadinya Gempa di Sumedang***
“Ada perubahan iklim, ada super El Nino, kemudian 22 negara stop tidak mengekspor berasnya”.
Baca Juga:
Ruijie Networks Gelar 2026 SBG APAC Channel Partner Summit di Chongqing; Luncurkan Merek SME Cybrey
“Sehingga terjadi keguncangan harga beras, harga pangan di dunia.”
“Semua, semua negara mengalami tetapi negara kita kenaikannya tidak sedrastis negara-negara lain,” tutur Presiden.
Selain beras, Presiden juga meninjau harga bahan pokok lainnya seperti cabai.
Namun, Kepala Negara menyebut bahwa harga cabai di pasar tersebut sudah mengalami penurunan dari harga cabai yang sempat tinggi sebelumnya.
“Kemarin naik sangat tinggi, cabai rawit sampai Rp120 (ribu) saya lihat terakhir di Jakarta, sekarang sudah turun di sini jadi Rp70 ribu”.
“Sangat bagus saya kira, yang lain-lainnya sama. Cabai rawitnya sudah turun ke Rp70 ribu,” ujar Kepala Negara, sebagaimana dilansir Info Publik.***
Baca Juga:
Kebangkitan Desa Pegunungan: “Homestay Economy” di Guizhou Jadi Angin Segar bagi Desa-Desa Etnik









