HALLONESIA.COM – Para ahli kesehatan sepakat kebiasaan merokok berkaitan dengan beragam masalah kesehatan, mulai dari stroke hingga kanker.
Bahkan daftar panjang erfek negatif merokok semakin panjang dengan adanya sebuah studi baru dari Ohio State University.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer’s Disease ini menemukan kebiasaan merokok berkaitan dengan masalah daya ingat dan penurunan kognitif. Efek ini bisa terlihat di rentang usia paruh baya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penelitian ini melibatkan lebih dari 135 ribu orang berusia lebih dari 45 tahun.
Selama studi, mereka diminta untuk memberi tahu soal kebiasaan merokok yang mereka lakukan.
Tim peneliti juga melakukan analisis terhadap masalah daya ingat dan fungsi kognitif yang dialami oleh para partisipan.
Tim peneliti lalu membandingkan kondisi penurunan subjective cognitive decline (SCD) pada tiga macam partisipan.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Ketiga macam partisipan tersebut adalah partisipan yang masih menjadi perokok, partisipan yang baru berhenti merokok, dan partisipan yang sudah lama berhenti merokok.
Hasil studi menunjukkan prevalensi SCD di antara para perokok 1,9 kali lebih besar dibandingkan non perokok.
Selain itu, prevalensi SCD orang yang berhenti merokok kurang dari 10 tahun lalu adalah 1,5 kali lebih besar dibandingkan non perokok.
SCD merupakan kondisi ketika seseorang merasakan adanya penurunan daya ingat. SCD bisa dikatakan sebagai bentuk gangguan kognitif dan dapat menjadi salah satu gejala awal dari penyakit Alzheimer atau penyakit demensia lain.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
“Mereka yang berhenti lebih dari 10 tahun sebelum survei dilakukan memiliki prevalensi SCD sedikit lebih besar dibandingkan kelompok non perokok,” ungkap tim peneliti seperti dilansir WebMD, Jumat 23 Desember 2023.
Berdasarkan temuan ini, kebiasaan merokok tampak berkaitan dengan risiko terjadinya SCD.
Akan tetapi, berhenti merokok bisa cukup membantu dalam menurunkan risiko tersebut.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Hallo Media Network, semoga bermanfaat.










