WINA, 19 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Di ajang Network X 2026, CTM memaparkan rencana pengembangan jaringan yang aman. Perusahaan telekomunikasi tersebut mempercepat transformasi jaringan dari sekadar sarana konektivitas menjadi infrastruktur yang cerdas, andal, dan aman. Langkah ini akan mempercepat transformasi digital dan penerapan teknologi cerdas di kalangan perusahaan di Makau.

Hudson Lou, Head of Network Services and Development at CTM, delivering a keynote speech
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebutuhan jaringan yang mampu mendukung AI dengan keandalan tinggi dan latensi rendah mendorong CTM mengembangkan infrastruktur yang lebih cerdas, andal, dan aman. Dengan menerapkan AGW dan mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam broadband network gateway (BNG), CTM membuat jaringan mampu mengenali kebutuhan layanan dan menyesuaikan arus penggunaan data secara dinamis. Dengan demikian, data dapat dialihkan melalui jalur paling optimal untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus menekan biaya bandwidth internasional.
Melalui pengembangan AGW 2.0, CTM akan mengintegrasikan telemetri dan perangkat analisis berbasis AI untuk beralih dari optimalisasi manual menuju proses optimalisasi otomatis. Lewat langkah ini, CTM dapat menghadirkan layanan yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan untuk berbagai skenario bernilai tambah tinggi. Upaya tersebut juga dapat mendorong pertumbuhan pendapatan dari segmen pelanggan pemerintah dan perusahaan.
CTM menilai keamanan jaringan ke depan tidak cukup hanya mengandalkan firewall di titik masuk jaringan. Fitur keamanan perlu terintegrasi langsung ke dalam jaringan. Untuk mewujudkan pendekatan tersebut, CTM mengidentifikasi tiga bidang utama sebagai fokus modernisasi jaringan:
- Keamanan perangkat sebagai fitur bawaan (built-in): Dengan keamanan dan analisis perilaku berbasis AI sebagai fitur bawaan, perangkat dapat mendeteksi aktivitas tidak wajar secara real time. Pendekatan ini menggeser sistem pertahanan konvensional yang mengandalkan pencocokan tanda tangan digital dan aturan tertentu menuju deteksi cerdas berdasarkan perilaku.
- Fitur keamanan sebagai layanan (security capabilities as a service). Dengan menggabungkan berbagai kapabilitas keamanan, seperti perlindungan terhadap serangan distributed denial-of-service (DDoS), intrusion prevention system (IPS), dan anti-phishing, operator telekomunikasi dapat menyediakan layanan keamanan jaringan dalam hitungan hari. Melalui pendekatan ini, penerapan manual tidak lagi dibutuhkan di lokasi pelanggan. Pelanggan dari kalangan pemerintah dan perusahaan dapat berlangganan layanan keamanan sesuai kebutuhan sehingga operator semakin cepat menghasilkan pendapatan dari fitur keamanan jaringan.
- Kesiapan menghadapi era komputasi kuantum. Untuk menghadapi risiko keamanan baru yang ditimbulkan komputasi kuantum terhadap sistem kriptografi konvensional, CTM dan Huawei menggagas kerja sama inovasi untuk menghadirkan arsitektur IP yang mengintegrasikan komunikasi quantum key distribution (QKD). Inisiatif ini membantu operator telekomunikasi memajukan validasi teknologi yang siap untuk komputasi kuantum dan perencanaan jaringan secara proaktif. Langkah ini akan menghadirkan fitur keamanan generasi baru untuk transmisi data di industri strategis. Selain itu, solusi QKD inovatif yang terintegrasi langsung dengan jaringan dapat menghemat biaya operasi dan pemeliharaan (O&M) secara drastis.
Selain menjadi landasan untuk meningkatkan daya saing jaringan Makau, peta jalan pengembangan teknologi ini juga menjadi referensi baru bagi operator telekomunikasi di seluruh dunia untuk beralih ke jaringan cerdas dan aman pada era AI.
Sumber: prnasia.com
PR Newswire
Penafian: Artikel ini berasal dari pihak ketiga. Segala isi pemberitaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak ketiga.
Reporter: PR Newswire
Penulis: PR Newswire
Editor: PR Newswire









