Begini Tanggapan Netizen Usai Artis Ayudia Bing Slamet Ungkap Kekesalannya ke PLN Lewat Akun Medsosnya

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 9 Maret 2024 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Artis Aydia Bing Slamet. (Instagram.com/@ayudiac)

Artis Aydia Bing Slamet. (Instagram.com/@ayudiac)

HALLONESIA.COM – Listrik rumahnya seringkali mengalami padam, artis Aydia Bing Slamet kesal dan menyampaikannya melalui Instagram pribadinya.

Apalagi pemadaman tidak tidak dilakukan pemberitahuan terlebih dahulu.

Sebaliknya, istri Ditto Percussion sering dikirimi pesan dari pihak PLN berisi konsekuensi jika telat bayar sehari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Udah 2.5 jam lebih mati lampu. Padahal kalau lupa sehari aja hobi banget diancem mau diputus,” kata Ayudia di Instagramnya, dikutip Jumat (8/3/2024).

REDAKSI: Silahkan lanjutkan scroll ke bawah untuk mengetahui berita dan informasi yang lebih lengkap dari artikel ini. Selamat membaca!

“Sebenarnya udah sering mati lampu belakangan ini. Bahkan udah beberapa bulan ini daya gardu per areanya memang turun.”

Baca artikel lainnya di sini : Lebih dari 8.000 Warga Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat Terdampak Banjir, 2.947 Warga Mengungsi

“Makanya udah nggak bisa pake kompor listrik yang biasa dipake,” ungkapnya dari PMJ News.

“Terus sekarang AC jadi suka gak dingin karena dayanya itu turun dari gardunya,” ungkapnya lagi.

Lihat juga konten video, di sini: Fenomena Pergerakan Tanah di Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah akan Merelokasi Rumah Warga

Ayudia menyampaikan curahan hatinya (Curhat) melalui media sosial dan mendapat banyak komentar dari netizen.

“DM aku juga jadi rame lohh ternyata banyak yang merasakan hal yg sama.”

“Bahkan ada yg bilang ‘terima kasih udah speak up’. Sampai segitunya,” jelas Ayudia.***

Artikel di atas juga sudah diterbitkan portal berita nasional entertainment Femme.id

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Adilmakmur.co.id dan Infofinansial.com

Berita Terkait

Pasha Ungu Turut Berduka Atas Driver Ojol Yang Tewas Dilindas Rantis
Bareskrim Gelar Tes DNA untuk Ridwan Kamil dan Lisa, Fakta Terkuak
Sidang Ricuh, Nikita Mirzani Tuding Ada Mafia Hukum di Kasus Skincare Rp4 Miliar
Drama Kehamilan DJ Panda, Bravy Ungkap Dua Korban Misterius Lainnya
Ancaman DJ Panda Ke Erika Carlina Bocor, Publik Heboh!
Dari Pesinetron Jadi Terdakwa! Kasus Vape Bius Jonathan Frizzy Naik
Skandal WhatsApp! Data Penyakit Dara Arafah Disebar Vendor Allianz, Heboh
Giring, Yovie, Ari, Ifan: Artis Merajai Jabatan Pengurus BUMN!
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:28 WIB

Laporan IDC: Angka Penjualan Robot Vacuum Dreame Tumbuh Lebih dari 100%, Perkuat Kepemimpinan di Asia Tenggara lewat Peluncuran X60 Ultra

Jumat, 17 April 2026 - 12:50 WIB

XTransfer Tampilkan Solusi Pembayaran Lintasnegara di INDO INTERTEX & INATEX 2026, Dukung UKM Tekstil

Jumat, 17 April 2026 - 08:46 WIB

Liu Yifei Jadi “Global Brand Ambassador (Smart Large Home Appliances)”, Dreame Catat Penjualan Impresif di Asia Tenggara

Jumat, 17 April 2026 - 07:18 WIB

Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka

Jumat, 17 April 2026 - 07:10 WIB

Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 09:01 WIB

Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang

Kamis, 16 April 2026 - 02:30 WIB

Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama

Berita Terbaru